Pengajian
Ketujuhpuluh Empat (74).
Assalamu’alaikum
War. Wab.
Bismillahirrahmanirrahiem,
“Dan
(ingatlah) ketika Kami selamatkan kamu dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya;
mereka menimpakan kepadamu siksa yang seberat-beratnya, mereka menyembelih
anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada
yang demikian itu terdapat ujian yang besar dari Tuhanmu” ; (Al-Baqoroh : 49).
Pokok
Bahasan
Pada
Pengajian ke 71 telah diterangkan bahwa Bani Israil dibawah pimpinan Yusuf a.s.
yang mendapat jabatan tinggi di Mesir, menerima tawaran konspirasi politik
dengan Dinasti Amalik atau yang disebut juga Kaum Hyksos yang menjajah Mesir .
Bani Israil menikmati kedudukan yang baik di Mesir selama sekitar 4 abad, dan
selama kurun waktu itu populasi Bani Israil di Mesir mencapai 600 000 jiwa.
Ketika itu penjajah Dinasti Amalik telah ditumbangkan oleh Dinasti Pribumi, dan
tentu saja situasi politikpun berubah. Keberadaan Bani Israil benar-benar
dipertimbangkan oleh Fir’aun Ramses I waktu itu yang nama aslinya adalah
al-Walid bin Mush’ab ibnur-Rayyan. Tidak lama Ramses I digantikan putera
mahkota Menephat yang bergelar Ramses II yang mendakwakan dirinya sebagai
tuhan.. Sejak itu tekanan terhadap Bani Israil semakin menghebat.
Kecerdasan
dan keuletan Bani Israil dalam bekerja secara ekonomi telah menjadi ancaman
bagi pribumi (vide, Buku ke-2). Hal itu juga dipicu oleh sifat inkoperasi dan
cauvinisme Bani Israil yang merasa diri sebagai sya’bullah al muchtar (bangsa
yang terpilih) yang menciptakan dinding pemisah dengan pribumi Mesir. Maka
untuk melindungi kepentingan nasional Mesir, Ramses II menjalankan politik
perlindungan nasional dengan cara memberlakukan ras-diskriminasi terhadap Bani
Israil. Implementasinya di jaman kuno memang menjadi kejam, yaitu dengan kerja
paksa (perbudakan), kemudian meningkat dengan pembunuhan anak-anak laki-laki
Bani Israil, dan akhirnya pemusnahan ras dimana Fir’aun memerintahkan setiap
suku harus membunuh semua laki-laki Bani Israil termasuk bayi laki-laki.
Menurut Tafsir Jalalain penderitaan ini
merupakan ujian bagi Bani Israil, karena telah melakukan bermacam dosa. Dosa
yang paling mendasar ialah sinkretisme dimana mereka terpengaruh budaya sihir
dan penyembahan berhala Mesir (vide, Buku ke 2). Allah mengutus Musa a.s. untuk
membuat mereka bertobat dan menyelamatkan mereka dari Fir’aun. Upaya
penyelamatan ini mengandung sejumlah nikmat mu’jizat yang menurut Tafsir Ibnu
Katsir bermakna cobaan pula. Artinya setelah mendapat cobaan penderitaan mereka
mendapat cobaan kenikmatan. Maksudnya agar Bani Israil kembali kepada iman
tauchid sebagaimana diajarkan nenek moyang mereka Ibrahim, Ishak dan Ya’kub
(Israil). Penafsiran senada juga disampaikan oleh Ibnu Abas r.a, Mujahid, Abu
al-Aliyah, Abu Malik, as Sadi dll.
Ordo
Illuminati.
Ini
adalah pembahasan keempat Ordo Illuminati sejak Pengajian ke-70. Kita lanjutkan
dengan konspirasi. Ordo Illuminati bergerak dengan kulit Freemasonry yang
merupakan organisasi neo-Zionis. Diantara konspirasi-konspirasi rahasianya
ditempuh dengan langkah-langkah seperti ini :
- Suap,
berupa uang seperti money politic, bea-siswa dsb. Suap dengan wanita dan
prospek karier dibidang akademi, politik, ekonomi, sosial, militer dll.
Tujuannya untuk menggaet tokoh-tokoh tersebut dalam jaringan mereka pada
jabatan-jabatan tinggi yang mereka upayakan. Target yang dijadikan sasaran
adalah mereka yang berambisi, yang terpinggirkan, atau yang tengah
terbenam dalam pusaran masalah pribadi, dsb.
- Memusatkan
pada penguasaan mass-media dan buku-buku secara internasional dengan
kendali jaringan para pemodal Yahudi seperti Viacom, Turner, Murdoch
dll. Tujuannya untuk mengendalikan opini publik.
Pada
pertengahan abad ke-19 kalangan bankir Yahudi sudah berhasil menguasai keuangan
sebagian besar negara Eropa dan terus memperluas jaringan keuangan keberbagai
belahan dunia, dengan sasaran strategis menguasari Amerika Serikat. Pada
dasawarsa pertama abad 20 agenda Illuminati-Freemasonry untuk mendominasi dunia
semakin nyata. Mereka bahkan merekayasa serangkaian peperangan hingga perang
dunia dengan tujuan menghancurkan dunia lama, agar diatas reruntuhan itu dapat
dibangun Novus Ordo Seclorum (Tata Dunia Baru) dan masa depan baru
Zionisme Dunia. Rencana Perang Dunia I dan II itu digariskan oleh tokoh puncak
Freemasonry Amerika Serikat Albert Pike dengan rinci, a.l. tertuang
dalam suratnya kepada Guiseppe Mazzini ttgl. 15 Agustus 1871.
Pike merencanakan “Perang Dunia ke-I”
diagendakan pada awal abad 20 diarahkan untuk menghancurkan Tsar Rusia dan
merebut negeri yang luas itu sebagi modal untuk mencapai tujuan
Illuminati-Freemasonry keseluruh dunia.
Perang
Dunia Ke-II direncanakan pertengahan abad 20 dengan memanipulasi perbedaan
antara kaum Nasionalis Jerman dan Zionis yang akan menghasilkan perluasan
pengaruh Rusia non Tsaris dan berdirinya Negara Israel di Palestina.
Perang
Dunia Ke-III direncanakan pada awal abad ke-21 yang bersumber dari berbagai
bentuk perbedaan peradaban dan konflik yang menghasilkan kekacauan, terutama
dalam pola konflik Arab-Zionis yang mata rantainya akan meluas keseluruh dunia.
Dalam kaitan dengan hal ini seorang
sosiolog terkemuka Amerika Serikat Samuel P Huntington (1993) menyatakan Perang Dunia ke III (bila
terjadi) adalah perang antar peradaban. Benturan peradaban akan
mendominasi politik global. Garis pemisah antar peradaban akan menjelma menjadi
garis pertempuran di masa depan. Konflik antar peradaban akan menjadi tahap
akhir dalam evolusi konflik di dunia modern. Sementara Safar Al-Hawali
dari Universitas Ummul-Qura Mekah menyatakan, bahwa Perang ini adalah
perang Barat melawan Islam. Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei
menyerukan perang suci melawan Barat. Peperangan melawan Amerika Serikat
dianggap jihad, sehingga yang terbunuh menjadi syuhada yang dijanjikan surga. Jordania
juga menganggap perang terhadap Irak pada hakekatnya adalah perang terhadap
semua bangsa Arab dan kaum Muslimin.
Seorang sosiolog Yahudi Bernard Lewis (1992) menyatakan : “Kita
menghadapi sebuah sentimen dan gerakan yang tingkatannya melebihi isu,
kebijakan serta pemerintahan yang membayangi mereka. Hal ini tak lain adalah
benturan peradaban-satu reaksi yang mungkin tidak rasional namun historis dari
seorang lawan purba (Muslim) terhadap warisan budaya Yahudi-Kristen kita,
keadaan sekular kita dan ekspansi keduanya”.
Skenario mendiang Albert Pike sudah terjadi
pada Perang Dunia ke I dan ke II, dan untuk Perang Dunia ke III sinyalnya sudah
tampak dengan pola benturan antar peradaban. Sejarah Bani Israil membuktikan
bahwa mainstream mereka tidak pernah benar-benar beriman kepada Yahweh El
Sada’i Tuhan Musa, dan sesungguhnya mereka mengadopsi dalam Judaism ajaran
sihir Paraho’s Mesir yang menghasilkan sinkretisme Talmud dan doktrin Qabbala
yang menjadi ideology Zionisme. Peringatan-peringatan
Al-Qur’an sesungguhnya mengandung substansi bahwa iman mereka tak lagi dapat
diharapkan kecuali hanya sedikit saja. Akankah dunia menyerah kepada Novus
Ordo Seclorum dan E Pluribus Unum-nya
Neo-Zionis Illuminati-Freemasonry dengan doktrin sihir Qabbala-nya ?
Semua Muslimin harus bersatu dalam Tauhid untuk menjawabnya. Sesungguhnya
perang dengan motif benturan antar peradaban adalah kelanjutan dari zaman kuno
sebagaimana kita runut dalam sejarah Jerusalem (vide, Buku Ke 4).
Jerusalem.
Kita
lanjutkan parallel pembahasan khilafat di Jerussalem. Setelah terbunuhnya Yosia
dalam pertempuran di Meggido melawan Fir’aun Nekho II, Mesir yang memegang
kontrol Yehuda menaikkan putra kedua Yosia, Yoyakim sebagai Raja Yehuda di
Jerusalem pada th. 609 SM. Tapi kontrol Mesir terhadap Yehuda tidak berlangsung
lama. Th. 605 SM Raja Nebukadnezar dari Babilonia mengalahkan Asiria dan
Mesir di Timur Dekat. Maka seperti negara-negara lain di kawasan itu Yehuda
menjadi vassal (kerajaan bawahan) Babilonia. Kontrol Babilonia yang tidak
terlalu ketat membuat Yehuda mampu tumbuh dan berkembang. Yoyakim semakin
percaya diri, ia membangun istana megah dan chauvinisme Yahudi kembali muncul.
Yoyakim beraliansi ke Mesir melepaskan diri dari Babilonia. Para nabi mulai
berkhotbah dengan cara lama, bahwa dengan beriman sepenuhnya kepada Yahweh di
Bukit Zion, Yahweh akan hadir di Devir Haekal Sulaiman untuk melindungi
Jerusalem dari Nebukadnezar seperti yang terjadi ketika mengusir Sanherib. Maka
bukit Zion diperlakukan sebagai fetish (obyek yang diyakini memiliki
kekuatan magis). Dengan cara meneriakkan slogan “Ini Kuil Yahweh”, maka itu
menjadi mantra magis. Padahal berdasarkan ajaran Taurat, Yahweh akan melindungi
mereka hanya apabila bertauhid meninggalkan semua tuhan-tuhan yang lain,
berlaku kasih sayang, adil, tidak mengeksploitasi orang lain, peduli terhadap
anak yatim dan janda. Pendek kata harus dipenuhi prinsip Tzedek, Misphat dan Shalom (Ketauhidan, Keadilan
dan Kesejahteraan) (vide, Buku Ke-4).
Sebelum
datang serbuan Nebukadnezar atas pembangkangan vassal Yehuda itu, Yoyakim
meninggal. Ia digantikan putranya Yoyakhim. Raja Yoyakhim tidak memiliki masa jedda
sedikitpun. Jerusalem langsung berada dibawah pengepungan bala tentara
Babilonia. Setelah 3 bulan Jerusalem menyerah kepada Kaisar Babilonia Nebukadnezar
pada th. 597 SM. Jerusalem dihancurkan, Haekal Sulaiman dijarah, lapisan
pemimpin, aristokrat dan militer Yehuda berjumlah 10.000 orang di deportasi ke
Babilonia. Yang tinggal di Jerusalem hanya lapisan penduduk termiskin. Inilah
kehancuran Jerusalem. Kita lanjutkan pada pengajian berikutnya. Terima kasih.
Selamat
Idul Adha 1426 H,
Birrahmatillahi
Wabi’aunihi fi Sabilih,
Wassalamu’alaikum
War. Wab.
Jakarta,
13 Januari 2006.
Pengasuh,
HAJI
AGUS MIFTACH
Ketua
Umum Front Persatuan Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar