Pengajian Kelimapuluh Satu, Jkt.
15/7/005
Assalamu’alaikum War. Wab.
“Innallaaha laa yastachyii
an-yyadzriba matsalan maa ba’uudzotan famaa faoqohaa; Fa-ammalladziena aamanuu
faya’lamuuna annahul-chaqqu min-rrobbihim; Wa-ammalladziena kafaruu fayaquuluuna
maa-dzaa aroodallaahu bihaadzaa matsalan; yudzillu bihii katsiron-wwayahdie
bihii katsiron; wa-maa yudzillu bihii illal-faasiqiena” : “ Sesungguhnya Allah
tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.
Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar
dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan : “Apakah maksud Allah
menjadikan ini untuk perumpamaan ?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang
disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberiNya
petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang fasik”;
(Al-Baqoroh : 26).
Seperti tradisi
selama ini, kita akan membahas secara eklektik dari multiperspektif untuk
menggali dan mengambil hikmah yang setinggi-tingginya dari ayat tersebut.
Pokok Bahasan
Menurut Ibnu Abbas
r.a, ayat ini diturunkan berhubungan tuduhan orang-orang Yahudi, yang
menganggap perumpamaan dalam Al-Qur’an tidak mempunyai arti, karena disebutkan
binatang kecil-hina, seperti ‘zubab’ (lalat) atau ‘ankabut’ (laba-laba) (Al-Ankabut : 41).
Arti “laa-yastachyii” adalah ‘tidak
memandang remeh’.Dalam Al-Ankabut 41 Allah mengumpamakan orang-orang musyrik
dengan laba-laba, sedangkan berhala-berhala yang mereka sembah diumpamakan dengan
sarang laba-laba yang rapuh. Bagaimana mungkin mereka berlindung dibalik sarang
yang akan sirna hanya karena terkena tiupan angin ? Menurut Tafsir Jalalain
dalam membuat perumpamaan Allah tidak membedakan yang kecil dan yang besar,
lemah atau garang, semua adalah makhluk Allah yang tidak diciptakan sia-sia.
Yang penting perumpamaan itu mencapai tujuannya. Dengan turunnya ayat ini maka
tuduhan orang-orang Yahudi tidak lagi memiliki pijakan. Tetapi mereka tetap
kafir dan mengingkari kebenaran itu dengan kesombongan tanpa ilmu pengetahuan,
akal pikiran mereka tertutup, membuat mereka bertambah sesat. Sebaliknya
orang-orang mukmin, hati mereka dipenuhi taufik dan hidayah Allah SWT, akal
pikiran mereka terbuka dan bekerja dengan sehat. Mereka takjub mendengar
perumpamaan-perumpamaan itu dan yakin bahwa itu datang dari Allah menjadi
petunjuk berharga bagi mukminin. Tafsir Ibnu Katsir mengemukakan : “Dengan
perumpamaan itu banyak orang disesatkan Allah, dan banyak orang yang diberi-Nya
petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan dengan itu, kecuali orang-orang fasik”.
Artinya kaum kafirin dan munafikin menjadi semakin sesat, sedangkan kaum
mukminin menjadi semakin beriman.
Arti bahasa ‘fasik’ adalah ‘keluar dari keta’atan’. Yang
dimaksud fasik dalam ayat ini adalah orang-orang kafir dan munafik yang
mencakup para penyembah berhala dan ahlul-kitab yang sesat.
Berkaitan dengan
kesesatan ini Rasulullah SAW bersabda : “Qoola
: “Laa yazaalunnaasu yas-aluunakum ‘anil-‘ilmi
chatta yaquuluu : Hadzallaahu kholaqnaa, faman kholaqollaaha ?” : “
Manusia akan selalu bertanya kepadamu tentang ilmu sampai mereka berani
menanyakan : “Allah-lah yang menciptakan kita, lalu siapakah yang menciptakan
Allah ?” (HR. Muslim dari Abu Hurairah r.a.; H-17 b).
Ulasan
“Dan Iblis membawa Yesus (Isa Al-Masih
a.s.) keatas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadanya semua
kerajaan dunia dengan kemegahannya; dan berkata kepadanya : “Semua itu akan aku
berikan kepadamu, jika engkau sujud menyambah aku”. Maka berkatalah Yesus
kepadanya (Iblis) : “Enyahlah Iblis ! Sebab ada tertulis engkau harus menyambah
Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti”. (Matius 4
: 8,9,10).
Ketiga sumber baku,
yaitu ayat Al-Qur’an, Hadiest Nabi SAW dan Injil Matius, menunjukkan
conflict-standing yang konsisten, yaitu perlawanan Iblis dan para pengikutnya
terhadap Allah SWT dan agama-Nya. Dalam hal ini terdapat dua posisi tawar yang
sungguh berbeda dasar karakter dan sifatnya. Iblis menawarkan segala kenikmatan
duniawi yang semu dan fana, sedangkan Allah menjanjikan kebahagiaan akhirat
yang hakiki dan abadi (QS 2 : 25).
Tetapi kebanyakan
manusia menerima dan mengikuti tawaran Iblis karena sifatnya yang sejalan
dengan dorongan rejim instinktif (hawa nafsu) manusia, yang oleh Freud disebut
das Es yang bekerja atas dasar pleasure principle (prinsip mencari kenikmatan)
bersifat hewani.
Conflict-Standing
itu berlangsung sepanjang masa. Pada masa sekarang peradaban dunia dikuasai
oleh faham materialisme dan humanisme yang menafikkan keberadan Tuhan dan
Agama-Nya, dan menjadikan manusia dan nilai-nilai matarialisme-humanisme
sebagai supremasi agnostisisme (faham inderawiyah) dimana manusia dalam
perbuatan baik-buruknya tidak bertanggungjawab kepada Tuhan melainkan
bertanggungjawab pada dirinya sendiri. Dengan kata lain mereka menuhankan
dirinya sendiri.
Penyesatan
Di era Perang Salib
abad ke 12-14, muncul suatu figure yang menamakan diri sebagai Ksatria Kristus,
dengan nama “Templars”. Tokoh ini demikian melegenda di Eropa sebagai
pengobar semangat Perang Salib. Templars menempatkan diri sebagai figure Ksatria
Suci yang mendorong seluruh Eropa dan Timur Tengah kedalam Perang Salib,
sebuah perang besar yang menggambarkan perpecahan sesama penganut agama samawi.
Itulah perpecahan Ummat Allah yang menorehkan luka yang dalam hingga hari ini.
Benarkah Ummat Nasrani dan Ummat Islam memerlukan perang ini ?
Dalam buku “Histoire Le la Magie” (Sejarah Sihir),
penulis masyhur Perancis, Eliphas
Levi, mengungkapkan
bukti terperinci tentang jati-diri Templars yang jauh dari pengertian
Kristiani, bahkan meninggalkan kekristenan. Dalam suatu kuil-rahasia di
Yerussalem, Templars menjalankan praktek upacara sihir Qabbala (penyembahan
berhala) yang ia pelajari dari seorang rabbi Qabbalist-Israili yang tinggal di
Palestina. Yang pasti upacara sihir-Qabbala itu bertentangan dengan
Iman-Kristen maupun Islam. Levi, memastikan bahwa Templars adalah pelaksana
misterius doktrin sihir Qabbala yang berakar pada rejim sihir Mesir Pharao’s
abad 15 SM. Hal yang sama diungkapkan
Novelis Italia yang terkenal Umberto
Eco,
dan penulis masyhur Spanyol Zorah.
Nama lengkap
Templars adalah The Poor
Fellow-Soldiers of Jesus Christ and the Temple of Solomon (Sahabat Miskin Tentara Yesus Kristus dan Kuil Solomon) muncul
sesudah th. 1118. Kuil Solomon diakui oleh Qbbalist bagian dari kepercayaan
mereka, Kuil Solomon di masa silam disebut juga Qubbet as Sakhrah atau Dome
of the Rock (Kubah Karang). Solomon dalam Islam adalah Nabi Sulaiman a.s.
Qabbalist telah menyesatkannya sebagai seorang musrik yang menerima penyembahan
berhala dari pengaruh salah seorang dari ribuan istrinya, disamping tetap
mengakui Allah sebagai Tuhan. Islam mengakui Sulaiman a.s adalah Nabi-Allah
yang suci dari penyesatan Qabbalist dan tetap berpegang teguh pada Tauhid.
Meskipun menyebut
dirinya Tentara Miskin, Templars datang pertama kali sebagai peziarah Kristen
dari Eropa ke Palestina dalam keadaan sangat kaya-raya. Sebagai catatan
Templars dan 9 pengikut utamanya adalah pihak yang pertama di dunia membuat
system chek dan kredit perbankan (atau semacam itu). Dalam perkembangannya
Templars menyatakan diri sebagai Penanggungjawab Suci Perang Salib untuk
menghancurkan Muslimin. Tetapi sejarah mencatat th. 1187 Panglima Besar Islam Salahuddin al Ayyubi berhasil
membebaskan Yerussalem, setelah memenangkan medan perang Hattin. Kemanakah Templars ? Ia lolos dari
Yerussalem ke Eropa dalam keadaan sekarat. Tetapi kisah Tentara Kristus ini
tetap berlanjut. Ia menyatakan tidak mengakui otoritas Paus, dan semakin nyata
ia mengadopsi doktrin Egyptian-Qabbalist kedalam system
Kristen yang mendominasi Eropa, itulah inti misinya. Waktu terus berjalan, dan pengaruh Templars,
pertama meluas di Scotlandia terutama dikalangan Serikat Buruh dimana dibentuk
organisasia rahasia semacam Masonic atau inilah cikal bakal Freemasonry modern
yang berkembang kemudian. Mereka memanfaatkan ritual tradisional Scotlandia
yang mengandung paganisme untuk menjalankan faham Qabbalist. Dari Scotlandia
ini, tepatnya dari ibukota Edinburgh lahir the Great Masonic Erasmus Darwin
(1780) dan cucunya Charles Darwin yang
memodernisir da’wah Qabbalist dg teori manusia dan alam tidak diciptakan namun
tercipta dengan sendirinya melalui proses evolusi materi dan energi dalam
spekulasi seleksi alam. Bahwa semesta alam adalah abadi dan manusia merupakan
supreme (makhluk tertinggi) yang mengendalikan segala sesuatu dengan akal
pikiran dan ilmu pengetahuan. Keberadaann segala sesuatu termasuk manusia
menurut dalil mereka yang absurd berasal dari atom. Atau dengan kata lain mereka
menyembah dirinya sendiri seperti doktrin Qabbala-Israili (vide, Pengajian Ke
47,48,49,50). Mereka tidak pernah mampu menjelaskan keberadaan ruh dan
kesadaran manusia ? Kecuali hanya menjawab dengan bodoh, bahwa itu semua
terjadi kebetulan berasal dari seleksi alam. Bahkan dengan dalil yang tidak
terbukti dan ditolak dunia scienties abad ke-19 Charles Darwin menyatakan dalam
“The Origin of the Species “ (1859) bahwa asal-usul jenis manusia adalah
primata (monyet). Tentu kecuali asal-usul Masonic yang menurut doktrin
Qabbala-Israili berasal dari Adam-Kadmon suatu ras-dewa
manusia. Menurut mereka hanya ras mereka-lah yang sebenarnya ras-manusia yang
berasal dari Sefiroth (rejim dewa-dewa)
yang bersumber dari Ein-Sof sang penguasa
kegelapan yang tunggal (monotheisme-qabbalist dengan lambang bintang) yang
merupakan “Power of
Evolution”
yang pada masa ini oleh organisasi qabbalist-modern global-freemasonry disebut “The Great Archittec of The Universe
(TGAOTU)” (Arsitek Agung Semesta Alam). Ajaran paganis itu
telah membuat mereka mengkalim dirinya sebagai satu-satunya yang berhak
memimpin dan menguasai dunia dan semesta. Cita-cita mereka adalah membangun
kembali kejayaan peradaban Mesir, Yunani dan Romawi purba yang pada zamannya
merupakan puncak-puncak peradaban dunia dalam bentuk baru. Organisasi fusi
paganis modern global-freemasonry yang berdiri pada th. 1717 di Inggris dan
Perancis dalam perkembangannya bertujuan menjadikan negara Amerika Serikat
sebagai New-Egyptian seperti tampak dalam
segel Negara Amerika Serikat yang tertera dalam One-Dollar yang jelas-jelas
merupakan mantera Qabbalist-Egyptian.
Kembali ke
organisator agung Masonic Templars dari zaman Perang Salib. Templars dan para
pengikutnya kemudian bersembunyi di Provence, Perancis yang
sekaligus dijadikan pusat gerakan rahasianya, sebelum ia ditangkap th. 1307
atas perintah Raja Perancis dan Sri Paus. Ia di penjara di bawah tanah, tidak pernah dijelaskan akhir ajalnya. Meski
demikian pengaruhnya berlanjut dan berkembang lebih radikal. Templars merupakan
reformer agung paganisme Qabbalist-Israiliyah-Egyptian.
Mereka itu semua
yang disebut dalam Hadiest Rasulullah SAW diatas, ketika mereka berkata: “Allah-lah yang menciptakan manusia,
lalu siapakah yang menciptakan Allah ?” Dengan kata lain mereka anti-Tuhan. Itulah mayoritas
dewasa ini di muka bumi dengan kedok materialisme dan humanisme yang mewarnai
peradaban dunia. Sekian, terima kasih. Birrahmatillahi Wabi’aunihi fi
Sabilih,Wassalamu’alaikum War. Wab.
Pengasuh,
HAJI AGUS MIFTACH
Ketua Umum Front
Persatuan Nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar